
Sebenarnya, episode terakhir bukanlah akhir yang sebenarnya..
Ia adalah potongan-potongan penting yang menentukan awal selanjutnya, atau bahkan awal yang baru..
Ia adalah jalinan rantai terakhir yang tersambung ke jalinan rantai baru.
Jalinan yang tak akan pernah habis.
Tentu, episode terakhir adalah episode yang paling ditunggu-tungggu dalam sebuah serial atau cerita lainnya. Dalam episode itu, akan ada rasa yang tercampur manis. Ada kepuasan tersendiri yang membuncah-buncah. Akan ada sebuah kesimpulan akhir di sana. Entah itu akhir bahagia, sedih, atau bahkan akhir yang gantung. Walaupun, ada rasa berat karena merasa akan berpisah dengan cerita yang telah kita ikuti dari episode awalnya. Semua penikmat karya film maupun sastra pasti mengakuinya.
Oh ya.. aku menulis ini setelah semalam menonton episode akhir dari sebuah serial (hhe..) dan tepat pada tanggal 1 Muharram. Sebuah tanggal yang ditetapkan Khalifah Umar ibn Khaththab sebagai awal tahun Hijriyah. Momen hijrah dijadikan awal perhitungan dalam perhitungan tahun umat Islam itu sejatinya adalah sebuah episode terakhir. Episode terakhir dari fase perjuangan yang diwarnai oleh air mata dan darah penindasan sebagai umat minoritas yang lemah. Setelah episode panjang dakwah Rasulullah selama 13 tahun menegakkan aqidah di Mekkah, akhirnya dimulai episode Negara Islam yang kuat dan menyebar ke seluruh dunia.
Episode tentang hijrah tadi tampaknya cukup menjelaskan maksud yang kutulis seperti di atas tadi:
“Sebenarnya, episode terakhir bukanlah akhir yang sebenarnya..
Ia adalah potongan-potongan penting yang menentukan awal selanjutnya, atau bahkan awal yang baru..
Ia adalah jalinan rantai terakhir yang tersambung ke jalinan rantai baru.
Jalinan yang tak akan pernah habis.”
Agar lebih jelas akan kuberi penjelasan sedikit lagi.
Episode terakhir, yang kita tunggu, memang dibuat sebagai episode pamungkas dalam setiap cerita. Tapi sejatinya itu bukanlah cerita terakhir yang akan kita tonton/baca. Akan ada lanjutan cerita di sekuel atau season selanjutnya. Kita tau, sinetron Tersanjung yang berkembang sampai Tersanjung 6, serta Cinta Fitri yang entah sudah sampe season berapa (korban sietron pasti tau. Hha..). Kita juga tau kisah Harry Potter dan Twilight yang sekuelnya selalu ditunggu-tunggu. Dan masih banyak contoh yang lainnya.
Kalaupun cerita itu tak punya sekuel/season, setidaknya akan lahir cerita-cerita sejenis atau cerita lain yang terinspirasi dari beberapa potong cerita yang telah berakhir sebelumnya. Seperti kisah Romeo & Juliet serta Laila Majnun, banyak cerita cinta yang berkembang dari cerita mereka. Cerita tentang cinta dua dunia seperti The Little Mermaid tampaknya juga menginspirasi cerita Twilight, Inuyasha, dan juga My Girlfriend is a Gumiho. Cerita gumiho dan Naruto pun punya bentuk inspirasi yang sama: The nine Tailed fox (orang korea menyebutnya gumiho; orang jepang menyebutnya kyuubi). Kalau dikasih gambaran tentang film seperti ini, pasti semua lebih mudah memahami. (more…)