September 2015


image

Kaysa Syakira Haya.

Saya menulis ini sambil sesekali melirik dan menatap wajah imutnya. Mata yang bulat berbinar tertutup kelopak yang dihiasi bulu mata lentiknya. Tampaknya ia cukup pulas. Sesekali terbangun sebentar, terkejut hanya oleh kebisingan kecil. Bahkan dering handphone ini saya matikan demi kepulasannya itu. Selain karena kenyang setelah mimik, tampaknya ia cukup lelah setelah sibuk selfie dengan ayahnya tadi. (*salah satu fotonya dipajang di atas.. hhe)

Sudah 3 bulan usia kaysa sekarang. Sudah 3 bulan juga saya menjadi ayah.

(more…)

image

6 September..

Sudah satu tahun ya sayang.. Satu tahun memang terasa singkat, namun setiap momennya sangat hangat. Walaupun ada segelintir saat-saat yang berat.

Saat perjanjian yang kokoh itu diikrarkan, saat itu aku meyakini bibit cinta itu mulai tertanam. Ketika pertama kali kusentuh tanganmu, setitik bibit itu mulai tersentuh.

Makin hari makin terpupuk, akarnya menghujam, tunasnya menyeruak. Batangnya perlahan bertambah tinggi dan kokoh. Dahan dan rantingnya terus tumbuh bercabang, dengan dedaunnya yang meneduhkan.

Aku teringat bisikanmu waktu itu:

“Hari ini aku mencintaimu lebih besar daripada kemarin. Meskipun cintaku hari tidak sebesar cintaku esok hari..”

Memang bisikan dahsyat itu kau akui terbaca di layar sosial media. Tapi aku tahu, itulah yang sebenarnya kau rasakan. Dan aku sadar, itulah yang kita rasakan.

Baru setahun, sedangkan bibit cinta itu sudah tumbuh menaungi kita. Dan semoga akan semakin tumbuh besar tiap harinya. Tumbuh besar tak terbayangkan.
_________