Salut dengan kader muda satu ini…

Awalnya aku merasa geli begitu melihat dia shalat dengan tas laptop masih di punggungnya.

“Saking buru-burunya, mungkin sampai kelupaan meletakkan tas”, begitu kupikir.

Memang kami sama-sama makmum masbuq. Telat. Tapi aku lebih telat. Sebelum wudhu, aku ke toilet dulu setelah menitipkan tas laptop punggungku dengannya.

Cukup berat tas itu. Pasti cukup mengganggu saat rukuk. Apalagi sujud. Tas berat itu tergelincir. Kena kepala berkali-kali.

Sehabis shalat, kutanyakan saja, kenapa dia sampai shalat dengan tas masih d punggung.

“Jadi gini kak.. Ada sahabat Rasul yang dititipkan unta. Saat waktu shalat tiba, Sahabat itu tetap shalat sambil memegang tali kekang unta. Untuk mengimbangi gerak unta yang selalu bergerak ke kanan-kiri, tubuhnya terpaksa mengimbangi ke kanan-kiri juga. Demi menjaga amanah titipan unta tadi.”

Degg… Subhanallah. Sangat amanah kader muda ini. Meneladani Rasul dan Sahabatnya yang terkenal amanah.

Semoga Allah selalu menyayanginya. Dan semoga kita selalu mengambil pelajaran.

Advertisements

 

Sumpah Pemuda

Saya hanya berandai-andai. Seandainya suatu saat para pemuda terbaik negeri ini berkumpul pada 28 Oktober – seperti pemuda terdahulu pernah lakukan di tahun 1928 – untuk mengikrarkan kembali “Sumpah Pemuda”. Tentu ikrar ini sedikit direvisi. Bisa jadi disebut “Sumpah Pemuda II”(ini hanya ‘berandai-andai’ loh..). Mungkin akan begini bunyinya:

 

SUMPAH PEMUDA!

Kami pemuda dan pemudi Indonesia bersumpah!
Bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan.

Kami pemuda dan pemudi Indonesia bersumpah!
Berbangsa satu, bangsa tanpa pembodohan.

Kami pemuda dan pemudi Indonesia bersumpah!
Berbahasa satu, bahasa tanpa pembohongan.

  (more…)