Salut dengan kader muda satu ini…

Awalnya aku merasa geli begitu melihat dia shalat dengan tas laptop masih di punggungnya.

“Saking buru-burunya, mungkin sampai kelupaan meletakkan tas”, begitu kupikir.

Memang kami sama-sama makmum masbuq. Telat. Tapi aku lebih telat. Sebelum wudhu, aku ke toilet dulu setelah menitipkan tas laptop punggungku dengannya.

Cukup berat tas itu. Pasti cukup mengganggu saat rukuk. Apalagi sujud. Tas berat itu tergelincir. Kena kepala berkali-kali.

Sehabis shalat, kutanyakan saja, kenapa dia sampai shalat dengan tas masih d punggung.

“Jadi gini kak.. Ada sahabat Rasul yang dititipkan unta. Saat waktu shalat tiba, Sahabat itu tetap shalat sambil memegang tali kekang unta. Untuk mengimbangi gerak unta yang selalu bergerak ke kanan-kiri, tubuhnya terpaksa mengimbangi ke kanan-kiri juga. Demi menjaga amanah titipan unta tadi.”

Degg… Subhanallah. Sangat amanah kader muda ini. Meneladani Rasul dan Sahabatnya yang terkenal amanah.

Semoga Allah selalu menyayanginya. Dan semoga kita selalu mengambil pelajaran.

Satu setengah abad lalu, Rasullullah SAW tercinta memulai menanamkan benih dakwahnya. Di tengah tanah tandus Arab yang terkubang oleh sejarah, tersisih dari peradaban Persia dan Romawi. Sungguh sebuah perjuangan yang sangat berat dan besar untuk menumbuhkan benih tauhid di tanah itu. Tanah yang menghanguskan siapapun berdiri kokoh dengan imannya, diterpa oleh badai kesombongan kafir Quraisy, disengat oleh racun kedengkian yang mengalir di setiap aliran darah mereka.

Perlahan-lahan benih dakwah itu tumbuh dalam siraman tarbiyah Rasulullah, murabbi sepanjang masa, dimulai dari lingkaran halaqah di rumah Arqam bin Abi Arqam. Hingga benih itu menancapkan akarnya ke tanah, mengeluarkan benih yang akan melesat tumbuh tak tegoyahkan. Sampai akhirnya pohon dakwah menjulang, mengakar kuat di bumi Allah, dengan batang yang tak terguncang oleh angin sekencang apapun, dengan cabang-cabang dan dahan-dahan yang tak henti-hentinya tumbuh ke seluruh penjuru dunia, memberikan keteduhan bagi setiap jiwa, memberikan atmosfer yang melapangkan dada dan fikri setiap insan.
(more…)