Duhai Allah..
Tak ada alasan bagiku untuk tak mencintai-Mu

Terlalu banyak alasan bagi-Mu untuk tak mencintaiku…

Jika memang ada secuil cinta itu,
aku harap nafas yang menyempit ini adalah setitik cemburu-Mu
dan seluas ampun-Mu

Jika memang ada secuil cinta-Mu, tiupkanlah nafas cinta itu
agar ia menyebar bersemi
memenuhi hati yang kerontang ini.

Advertisements

Siang yang begitu terik itu menjadi luluh.. Syahdu. Walaupun riuh kendaraan berlalu lalang tanpa henti, orang-orang hilir mudik dengan kesibukannya masing-masing, dan para petugas berseragam polisi bersiaga, semuanya tak berpengaruh pada syahdunya suasana ini. Suasana kecintaan yang kental. Suasana kepedihan yang dalam. Suasana keterikatan yang erat. Semua rasa itu tertuju pada saudara kami nan jauh di sana, di bumi perjuangan Palestina.

Para mahasiswa dengan berbagai almamater, dengan mengusung panji-panji perjuangan, membentuk shaf-shaf yang rapat. Setelah tiga setengah kilometer massa itu berjalan dalam barisan, diiringi orasi-orasi bergelora, sambil membagikan lembar pemikiran agar masyarakat juga memahami dan peduli terhadap penderitaan muslim Palestina dan kebiadaban yahudi Israel, akhrinya kami mencapai titik pemberhetian aksi massa ini.

Di sini kami berdiri, di bundaran air mancur, tepat di depan gerbang Masjid Agung Palembang Darussalam yang gagah menjulang. Orasi berhenti. Shaf-shaf semakin dirapatkan. Kemudian komando diambil alih oleh imam di depan. Shalat ghaib untuk lebih dari 390 syuhada* di palestina pun dimulai. Begitu syahdu. Sambil diiringi tilawah Qur’an masjid agung yang menggema sembari menunggu waktu shalat zuhur tiba.
(more…)