Inspirasi


image

Seragamnya loreng-loreng. Gagah. Tertulis jelas bordiran di dadanya: TNI-AD. Dari wajah dan tubuhnya, benar-benar dia sudah sangat matang dari segi usia dan pengalaman lapangan.

Setelah perhitungan suara di tingkat Kecamatan tadi, dia duduk santai bersama seorang dari Kelurahan, Bawaslu, dan seorang kepala preman di daerah ini. Ngobrol ringan sepertinya. Saya pun diajaknya bergabung di majelis ‘ngobrol ringan’ itu.

Awalnya, seperti yang saya prediksi, hanya orolan ringan. Seputar serba-serbi piala dunia dan politik.

Lalu obrolan tidak lagi disebut ringan ketika masuk ke konflik Gaza. Obrolan semakin berbobot ketika dia menanyakan satu per satu ke kami, “Agama kamu Islam kan?”

Satu-satu ditanya. Dan satu-satu mengangguk. “Iya”.

Lalu dia melanjutkan, “Dalam Islam, tidak ada yang namanya doa penghapus dosa!”.

Saya sedikit bengong. (more…)

image

Edge of Tomorrow. Film ini sangat menarik. Recommended. Saya baru nonton semalam. Film ini paduan antara alur cerita yang berputar-putar dan konsep latar perang sci-fi melawan alien yang menginvasi bumi secara masif. Dan ternyata, makhluk ini mampu mamanipulasi waktu.

Ini bukan sinopsis atau promosi. Ketika nontonnya saya tersentak. Merenung. Setelah nonton pun masih merenung. Berpikir dalam. Ini memang bukan film horor. Tapi cukup membuat saya merinding. Ini bukan film drama. Tapi di sela-sela shalat malam, saya menangis karenanya.

Bagaimana bisa?

Saya ceritakan sedikit ceritanya. Mirip sinopsis memang. Ceritanya berputar tentang Mayor William Cage (Tom Cruise), seorang perwira yang belum pernah terjun ke pertempuran ketika ia langsung diterjunkan ke front terdepan. Dan tewas di sana. Lalu ia kembali lagi ke hari sebelumnya, saat ia baru tiba di barak. Bertempur lagi. Mati lagi.
Kembali hidup lagi di hari itu-itu saja.

(more…)

image

“Ya Allah, jika apa yang ada pada diri saya sekarang membuat saya lalai padaMu, ambil saja ya Allah!”

Sama seperti dulu. Selalu. Wajah dengan senyum khas. Tatapan tajam tapi meneduhkan. Dan selalu, inspirasi yang menghujam dari lisannya.

Doa itu beliau panjatkan di salah satu malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadhan. Setelah puas tilawah berjuz-juz. Setelah qiyamulail di sepertiga malam terakhir. Bayangkan, betapa kuatnya tenaga doa itu menembus langit.

(more…)

image

Kata siapa ‘kadal’ identik sebagai icon pengkhianat cinta?

Setidaknya persepsi itu berubah setelah membaca cerita itu. Singkatnya gini:

Rumah di jepang mempunyai dinding kayu yang berongga. Saat renovasi, seseorang membongkar tembok itu. Ia menemukan seekor kadal dengan kaki yang tertancap paku di situ. Dan masih hidup. Padahal, paku itu sudah tertancap di sana selama 10 tahun. Lalu, bagaimana si kadal mampu hidup di sana selama 10 tahun? Tanpa bisa bergerak ke mana pun. Tanpa bisa melihat dalam gelapnya rongga dinding.

Kemudian, tanpa tau dari mana arah datangnya, datang seekor kadal lain. Membawa makanan di mulutnya. Untuk kadal yang terperangkap tadi tentunya..

Subhanallah.. Ternyata ada kadal lain yang merawatnya!! Bayangkan, selama 10 tahun… Tak pernah menyerah. Tak pernah berhenti.

Lantas, bagaimana hubungan kita dengan orang-orang terdekat kita? Yang kita sebut sebagai orang-orang yang kita sayangi?

Semoga menginspirasi 馃槈

GALAU:聽ber路ga路laua聽sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran);
ke路ga路lau路ann聽sifat (keadaan hal) galau

Sampai sekarang, istilah 鈥済alau鈥 masih saja hangat terlontar, baik itu lewat status FB, tweets, sampe BBM-an. Padahal tren kata 鈥済alau鈥 ini 鈥 yang saya sadari 鈥 mulai menyeruak di pertengahan tahun 2011. Hebat.. lebih awet dari tren Harazuku dan Gangnam Style!!.

Saya memetik pengertian galau menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) di awal tulisan ini. Coba baca lagi. Coba pahami.Nah kan鈥 memahami pengertiannya saja bisa buat galau. Hhe..

Dalam perkembangannya, kata 鈥榤alang鈥 ini semakin disalah-artikan. Atau lebih tepatnya: dipersempit maknanya. Saya hanya mencoba memandang makna kata ini dalam perspektif yang lebih luas dan objektif, berusaha menyelamatkan kata yang sudah lama聽nge-tren聽ini dari esensi maknanya yang memang luas. (maaf kalau bahasanya sok ketinggian..)

Sedikit review pelajaran Bahasa Indonesia pas SMA dulu, bahwa ada kata-kata yang mengalami nasib perluasan makna dan penyempitan makna. Contoh, kata 鈥saudara鈥 dulu hanya untuk panggilan orang yang sekandungan. Tapi sekarang mengalami perluasan menjadi panggilan untuk orang-orang sebaya. Contoh kata yang mengalami penyempitan makna:聽sarjana. Dulu kata ini diperuntukkan pada orang-orang terpelajar. Tapi sekarang hanya untuk lulusan universitas. Bisa jadi, kata 鈥榞alau鈥 adalah salah satu kata yang mengalami penyempitan makna seperti di atas.

Well, menurut saya, galau adalah satu dari bentuk proses berpikir. Bahkan bisa disebut garis awal dari pemikiran-pemikiran yang penting. Tergantung sebijak dan sejernih apa kita berpikir.

Idea note_20140506_142429_01

Seperti gambar di atas, lingkaran bundar adalah pikiran kita. Gambar tanda panah 聽di luarnya adalah informasi. Sedangkan yang di dalam adalah prosesnya. (more…)

Salut dengan kader muda satu ini…

Awalnya aku merasa geli begitu melihat dia shalat dengan tas laptop masih di punggungnya.

“Saking buru-burunya, mungkin sampai kelupaan meletakkan tas”, begitu kupikir.

Memang kami sama-sama makmum masbuq. Telat. Tapi aku lebih telat. Sebelum wudhu, aku ke toilet dulu setelah menitipkan tas laptop punggungku dengannya.

Cukup berat tas itu. Pasti cukup mengganggu saat rukuk. Apalagi sujud. Tas berat itu tergelincir. Kena kepala berkali-kali.

Sehabis shalat, kutanyakan saja, kenapa dia sampai shalat dengan tas masih d punggung.

“Jadi gini kak.. Ada sahabat Rasul yang dititipkan unta. Saat waktu shalat tiba, Sahabat itu tetap shalat sambil memegang tali kekang unta. Untuk mengimbangi gerak unta yang selalu bergerak ke kanan-kiri, tubuhnya terpaksa mengimbangi ke kanan-kiri juga. Demi menjaga amanah titipan unta tadi.”

Degg… Subhanallah. Sangat amanah kader muda ini. Meneladani Rasul dan Sahabatnya yang terkenal amanah.

Semoga Allah selalu menyayanginya. Dan semoga kita selalu mengambil pelajaran.

image

Saya ingin sedikit berbagi cerita saat bekerja. Ada (calon) klien yang mau membangun rumah. Saya tidak akan membahas terang desainnya, apalagi nilai proyeknya. Karna desain denahnya saja belum kelar, he he..

Kemarin saya diajak sang ibu (calon klien tadi) ke lokasi tanahnya. Cukup luas. Dua kapling dengan masing-masing luasnya 15×19 m2. Satu kapling sudah dibangun oleh anaknya yang lebih tua (tinggal finishing fasade saja), yang satu kapling masih kosong. Tanah inilah yang mau digarap rumah baru.

Yang menarik dan menginspirasi adalah rumah yang sudah ada itu. Saya diajak masuk sebagai referensi desain yang akan dibuat nanti. si Ibu berkata, “yang punya rumah ini orangnya ingat mati lho”. Saya hanya mengernyitkan dahi. Bingung. Tapi tak ambil pusing.

(more…)

Next Page »