image

Sore tadi langit mendung menghitam. Awan berarak berkumpul dalam satu tujuan: hujan

Begitu juga hati kami. Mendung berisi duka. Peduli. Cinta. Juga geram. Berarak ratusan massa berkumpul dalam satu tujuan: solidaritas.

Tak lama, mendung berubah menjadi rinai. Rinai berlanjut gerimis.

Tak lama, aksi dimulai. Bendera-bendera berkibar. Spanduk telah terbentang. Lalu Tilawatul Quran. Saat itu langit mengirim rinai. Begitu juga hati kami, mulai rinai.

Kotak-kotak penggalangan dana menyebar ke beberapa titik jalanan. Orasi-orasi mewarnai. Membakar semangat. Menggetarkan nurani. Saat itu langit menjadi gerimis. Begitu juga hati kami, gerimis. (more…)

Siang yang begitu terik itu menjadi luluh.. Syahdu. Walaupun riuh kendaraan berlalu lalang tanpa henti, orang-orang hilir mudik dengan kesibukannya masing-masing, dan para petugas berseragam polisi bersiaga, semuanya tak berpengaruh pada syahdunya suasana ini. Suasana kecintaan yang kental. Suasana kepedihan yang dalam. Suasana keterikatan yang erat. Semua rasa itu tertuju pada saudara kami nan jauh di sana, di bumi perjuangan Palestina.

Para mahasiswa dengan berbagai almamater, dengan mengusung panji-panji perjuangan, membentuk shaf-shaf yang rapat. Setelah tiga setengah kilometer massa itu berjalan dalam barisan, diiringi orasi-orasi bergelora, sambil membagikan lembar pemikiran agar masyarakat juga memahami dan peduli terhadap penderitaan muslim Palestina dan kebiadaban yahudi Israel, akhrinya kami mencapai titik pemberhetian aksi massa ini.

Di sini kami berdiri, di bundaran air mancur, tepat di depan gerbang Masjid Agung Palembang Darussalam yang gagah menjulang. Orasi berhenti. Shaf-shaf semakin dirapatkan. Kemudian komando diambil alih oleh imam di depan. Shalat ghaib untuk lebih dari 390 syuhada* di palestina pun dimulai. Begitu syahdu. Sambil diiringi tilawah Qur’an masjid agung yang menggema sembari menunggu waktu shalat zuhur tiba.
(more…)