image

“Doa itu harus detail”, begitu kata beliau. Setelah ngobrol tentang desain yang diinginkan, topik itu meluncur begitu saja.

Aku mengangguk-angguk saja. Tanda setuju.

“Saya dulu pas mau sidang skripsi rajin banget doa. ‘Ya Allah, berilah kemudahan dan kelancaran pada sidang nanti..’. Lancar memang. Mudah. Tapi hasilnya dapet nilai C..”. Sambil tersenyum kecut, Ibu Kepala Cabang itu melanjutkan cerita.

Aku nyengir. Ceritanya mirip dengan pengalaman pribadi.

“Jadi As, kalo doa, harus yang detail. Lengkap. Harusnya saya dulu lengkapi doanya : ‘dan dapet A ya Allah..'”, Lanjutnya.

Aku lalu menambahkan, “Tapi doa yang detail itu tidak mudah..”
(more…)

Advertisements

Kulihat sekeping bulan merah di malam cerah..

Mungkin ia memerah karena terluka. Parah tampaknya ia menggantung sempoyongan di langit yang terbelah-belah.

Mungkin ia memerah karena marah.. Gerah tampaknya ia akan manusia yang suka menumpahkan darah dan menyebar fitnah.

Atau mungkin ia memerah karena sendirinya yang hening. Pening tampaknya ia setelah kawannya bebintang cahayanya makin kering.

Ah.. Aku coba berprasangka baik saja. . .
Mungkin bulan memerah karena malu. Tersipu ia karena tiap malam kutatap melulu.