awan malam

Aku benci gumpalan awan di langit penghujung malam..
Betapa tidak, mereka menutupi cahaya bintang yang tanpa pamrih menghias malam..
Padahal ribuan, bahkan jutaan tahun ditempuhnya untuk sekedar jatuh di retina mata pencinta malam.

Aku benci gumpalan kabut prasangka di langit hati insan…
Betapa tidak, mereka menutupi cahaya kebaikan yang dengan ikhlas menghias amalan..
Padahal ribuan, bahkan jutaan doa berpijar mengangkasa untuk sekedar mampir menghias harapan.

Advertisements

Bolehkan malam ini aku berdialog denganmu? Tentang dirimu. Jika pun tak mungkin, cukuplah aku saja yang bicara. Cukup simak saja.

Di malam pertama kau muncul, aku hanya melihat segaris lengkung tipis di langit. Ada yang bilang itu disebut ‘hilal’. Ada juga yang menyebutnya ‘new moon’. Entah apa perbedaan keduanya, atau mungkin hanya beda istilah, aku tak perduli. Yang jelas, kau sadari atau tidak, aku mulai menyukaimu saat itu. Ditambah lagi, langit malam itu cukup cerah. Bebintang dan konstelasinya begitu menawan di sekeliling lengkung tipismu itu. Aku hanya berbisik, “Seandainya garis tipis lengkungmu tak setipis itu…”

Malam kedua dan seterusnya, aku bertambah menyukaimu. Lengkung cahaya tipis itu semakin menebal. Semakin bercahaya. Begitu harmonis cahanya itu dengan titik-titik cahaya konstelasi Scorpion, Centaurus, Crux, Libra, juga Lupus di malam itu. Menjelang fajar, orion, Taurus, bahkan Venus pun mengiringi kecantikanmu itu.

Mulai pada malam ke tujuh, mulai ada rasa benci padamu. “Kau terlalu egos!!”, begitu teriakku. Kau mulai kehilangan bentuk. Tidak lengkung lagi. Yang aku tak suka: kau mendominasi cahaya langit. begitu angkuhnya kau  di atas sana, hingga si Scorpion kehilangan capitnya. Bahkan beberapa konstelasi lain pun tampak absen pada malam itu. Di mana gerangan Centaurus, Crux, Libra, Orion, dan bebintang lainnya? (more…)

BiNtanG

Thursday, November 9th, 2006

“BinTanG2 DI LAngiT…

MenYiMpAn SejUTA MisTerRi…

BerKeDiP-KeDiP BerMaiN MatA…

SeOlaH… MeNgaJak KiTa BerkEnaLaN LeBih DekaT….”

Syair di atas adalah lagu Sherina yang selalu menemaniku saat hendak pergi atau balik shalat Isya’ maupun Shubuh. Sambil melangkahkan kaki menatap ke langit yang luas,ditemani bintang-bintang yang tersenyum menatap. Entah mengapa…aku begitu senang menatap bintang2 itu..memperhatikan setiap gugusnya..merasa begitu kopleks ciptaan-Nya.

Tapi aku sudah lama tidak merasakan keindahan itu lagi. Bintang-bintang itu selalu ditutupi oleh pekatnya kabut..bahkan sekarang ketika kabut sudah pergi,bintang-bintang itu malah bersembuyi di  balik awan mendung. Mungkin mereka sedah bosan melihat tingkah manusia yang selalu berbuat kerusakan di muka bumi..melupakan setiap nikmat yang diberikannya..

Semoga malam ini dan seterusnya.. aku tetap ditemani bintang2 itu melangkah menuju ridho-Nya.