image

Seragamnya loreng-loreng. Gagah. Tertulis jelas bordiran di dadanya: TNI-AD. Dari wajah dan tubuhnya, benar-benar dia sudah sangat matang dari segi usia dan pengalaman lapangan.

Setelah perhitungan suara di tingkat Kecamatan tadi, dia duduk santai bersama seorang dari Kelurahan, Bawaslu, dan seorang kepala preman di daerah ini. Ngobrol ringan sepertinya. Saya pun diajaknya bergabung di majelis ‘ngobrol ringan’ itu.

Awalnya, seperti yang saya prediksi, hanya orolan ringan. Seputar serba-serbi piala dunia dan politik.

Lalu obrolan tidak lagi disebut ringan ketika masuk ke konflik Gaza. Obrolan semakin berbobot ketika dia menanyakan satu per satu ke kami, “Agama kamu Islam kan?”

Satu-satu ditanya. Dan satu-satu mengangguk. “Iya”.

Lalu dia melanjutkan, “Dalam Islam, tidak ada yang namanya doa penghapus dosa!”.

Saya sedikit bengong. (more…)

Advertisements