Satu setengah abad lalu, Rasullullah SAW tercinta memulai menanamkan benih dakwahnya. Di tengah tanah tandus Arab yang terkubang oleh sejarah, tersisih dari peradaban Persia dan Romawi. Sungguh sebuah perjuangan yang sangat berat dan besar untuk menumbuhkan benih tauhid di tanah itu. Tanah yang menghanguskan siapapun berdiri kokoh dengan imannya, diterpa oleh badai kesombongan kafir Quraisy, disengat oleh racun kedengkian yang mengalir di setiap aliran darah mereka.

Perlahan-lahan benih dakwah itu tumbuh dalam siraman tarbiyah Rasulullah, murabbi sepanjang masa, dimulai dari lingkaran halaqah di rumah Arqam bin Abi Arqam. Hingga benih itu menancapkan akarnya ke tanah, mengeluarkan benih yang akan melesat tumbuh tak tegoyahkan. Sampai akhirnya pohon dakwah menjulang, mengakar kuat di bumi Allah, dengan batang yang tak terguncang oleh angin sekencang apapun, dengan cabang-cabang dan dahan-dahan yang tak henti-hentinya tumbuh ke seluruh penjuru dunia, memberikan keteduhan bagi setiap jiwa, memberikan atmosfer yang melapangkan dada dan fikri setiap insan.
(more…)