Kulihat sekeping bulan merah di malam cerah..

Mungkin ia memerah karena terluka. Parah tampaknya ia menggantung sempoyongan di langit yang terbelah-belah.

Mungkin ia memerah karena marah.. Gerah tampaknya ia akan manusia yang suka menumpahkan darah dan menyebar fitnah.

Atau mungkin ia memerah karena sendirinya yang hening. Pening tampaknya ia setelah kawannya bebintang cahayanya makin kering.

Ah.. Aku coba berprasangka baik saja. . .
Mungkin bulan memerah karena malu. Tersipu ia karena tiap malam kutatap melulu.

Advertisements