Alhamdulillah… selesai juga rangkaian acara Musyawarah Anggota (Musra) IX Nadwah Unsri. Maaf ya, aku sebagai MC sering menghilang. Kan sudah dijelaskan, kalo aku punya agenda lain pada hari pertama jam 10.00, terus dilanjutkan jam 13.oo. Yo weis, karena panitia memaksa dengan segala konsekuensi ditinggalkan MC, aku hanya bisa menerima saja. Di hari kedua, aku baru nyampe di acara sekitar jam 10.00 karena nungguin papa. Maklum, saya tak punya baju batik, jadi harus bongkar lemari papa… hehehe. Enough, bukan itu inti dari tulisan blog ini.

sekarang,  serius mode : on

Alhamdulillah…  Setelah melalui proses persidangan yang menjelimet, pembahasan yang rumit, juga dibumbui canda tawa, akhirnya didapatkan ketua Nadwah yang baru.  Selamat ya, saudaraku Rica Winsyah, dirimu dipercaya oleh forum dan oleh Allah tentunya.  Seperti yang kupaparkan pada ‘rapat khusus penentuan‘ tadi. aku dan kamu punya pemikiran yang sejalan, visioner, walau agak nyeleneh. Aku berharap kamu bisa memimpin Nadwah ini ke arah seperti yang ada di kosepku, di sketsa pemikiranku, dan mimpiku.

“Aku sangat takut menerima amanah…karena aku takut melalaikannya. Dan aku lebih takut tidak diberi amanah…karena takut tak lagi dipercaya oleh-Nya.”

Itulah sekelumit pikiran yang selalu terlintas di benakku menjelang musra ini. Dan ternyata Allah mempercayakan amanah di kampus Unsri kepada saudaraku itu. Dan aku, kini dapat lebih berkonsentrasi pada amanah Allah yang mungkin telah terlalaikan olehku, yaitu dakwah sekolah, SMA 3 tercinta. Dari rahim tarbiyah sekolah itu aku dilahirkan, kemudian belajar merangkak, berjalan, hingga mungkin dapat terbang nantinya. Rica, jangan beri aku jabatan yang berat di Nadwah ya… Please.

Advertisements