Matahari senja di Ramadhan tahun ini telah menarik seluruh sinarnya. Pergilah sudah bulan suci itu. Yang tersisa hanyalah penyesalan. Selalu dan selalu ada penyesalan yang mengiringi kepergian Ramadhan di tiap tahunnya. Penyesalan atas amal-amal yang terlalaikan,siang yang tersia, malam yang terlewat. Semoga penyesalan yang menghujam ini akan menghantarkan pada rindu yang membuncah untuk bertemu lagi dengannya.

“Allahuakbar…Allahuakbar…Allahuakbar… Laa ilaha illallahu Allahuakbar

Allahuakbar… Walillahilhamd. . .”

Takbir mengalun merdu mengiringi perginya Ramadhan dan menyambut datangnya 1 Syawal. Ia adalah pekik girang kemenangan. Tapi ia juga merupakan lirih sendu perpisahan. Kemenanagan setelah berjuang menjernihkan hati,  melejitkan amal, melawan nafsu diri. Perpisahan yang menorehkan rindu yang cemas tidak akan bertemu lagi dengan bulan mulia itu. Semoga kita dipertemukan lagi oleh-Nya di Ramadhan selanjutnya.

Mohon Maaf lahir batin

Mohon maaf atas segala noda dan dosa, yang tersadar ataupun tidak, yang disengaja ataupun tidak.

Advertisements