Di dermaga ini aku masih berdiri, masih menikmati udara-Mu di paginya umurku. Aku masih mendengar desiran laut yang naik-turun dan burung-burung bernyanyi riang membetuk simfoni zikir yang begitu indah.

Bahtera itu akan segera berangkat lagi.

Satu tahun aku pernah berlayar di bahtera itu. Bersama awak kapal yang sudah serperti saudara, kami arungi samudera biru dakwah di bawah birunya langit keridhoan-Mu. Tampak sang nakhoda baru sedang sibuk mengatur awak dan kelasinya. Bongkar muat muatan. Hmm… aku sangat mengerti tentang kesibukannya karena aku pernah merasakannya. Baru saja aku menyerahkan lencana nakhodaku kepadanya. Lihatlah para awak kapalnya, mereka sibuk di setiap kerja yang dipercayakan sang nakhoda.


Di dermaga ini aku masih berdiri, masih menikmati udara-Mu di paginya umurku. Aku masih merasakan kesejukan angin-Mu menerpa dan memelukku. Aku masih merasakan cahaya-Mu begitu menghangatkan dan menuntun setiap langkahku.
Di dermaga ini seharusnya aku menunggu tibanya bahtera lain yang akan membawaku ke pelayaran baru. Pelayaran yang lebih berat akan kutempuh. Aku siap Engkau tempatkan sebagai apapun di kapal itu. Yang jelas, aku takkan berhenti berlayar di samudera-Mu sampai berlabuh di dermaga Jannah.

Tapi pikiranku berubah ketika bisikan ini meggetarkan jiwa,

“Wahai jiwa-jiwa Al-Banna… Wahai jiwa-jiwa pembangun!”
“Wahai jiwa-jiwa Mujadid… Wahai jiwa-jiwa pembaharu!!!”

Bisikan itu mendorong pikiran untuk lebih maju, membuncahkan semangat, mencari setiap potensi yang tertidur. Semuanya menuntut untuk berbuat lebih, lebih dari sekadar awak kapal, dan lebih dari sekedar nakhoda. Aku ingin menjadi arsitek kapal dan admiral dalam pelayaran ini!
Aku adalah arsitek bahtera yang akan merancang sebuah bahtera, membangunnya dan melayarkannya. Tentu, bahtera ini akan berlayar di samudera dakwah dan langit keridhoan-Mu. Bahtera ini juga adalah kapal pesiar yang akan berlayar di lautan dunia. Aku adalah admiralnya, yang menentukan visi dan misi dari setiap pelayaran. Ini adalah pelayaran dakwah. Inilah pelayaran ekspansi. Inilah pelayaran diplomatik. Ini adalah pelayaran niaga. Tentu, ini adalah pelayaran menjemput bidadari, menuju dermaga Jannah-Mu.

Advertisements